Ngapa Uwentira Kota Gaib di Sulawesi Tengah

 Kisah misteri Ngapa Uwentira merupakan kota gaib di Sulawesi Tengah (Sulteng), mau percaya atau tidak dengan kebenaran atau keberadaan kota tersebut, terserah anda, tapi cerita hal ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat setempat.

Menanggapi cerita ini Pimred Intelijenpost Sultan Ode Lahane Aziz menyimpulkan, Ngapa Uwentira kota gaib di Sulawesi Tengah ( Palu ), diduga menjadi tempat sembunyinya Santoso dan kawan – kawannya karena sudah terbukti baru – baru ini, beberapa ratus orang anggota Brimob dan Kepolisian maupun TNI mengepung Santoso dan kawan – kawannya tapi tidak berhasil bisa menangkapnya, jelas Aziz.

Selanjutnya, berdasarkan informasi  dan data yang dihimpun Intelijenpost dari seseorang yang tidak mau menyebut jati dirinya yang berinsial AG mengatakan, Santoso dan kawan – kawannya sudah mempunyai hubungan baik dan mendapat izin keluar masuk Ngapa Uwentira ( kota gaib ), jadi tidak mungkin mereka bisa ditemui apalagi mau ditangkap, kata sumber  tadi.

Lanjut AG, walaupun Pemerintah mengirim ribuan pasukan TNI belum lama ini untuk mengadakan operasi disetiap jengkal agar dapat menggulung atau menangkap Santoso dan kawan – kawannya hal ini tidak semudah itu, kecuali dari anggota TNI itu ada beberapa orang yang memiliki ilmu kebatinan tingkat tinggi baru bisa menemui Santoso Cs tersebut, ungkapnya.

Patsalnya, coba telusuri serta cermati dengan seksama mengenai kisah misteri  Ngapa Uwentira kota gaib di Sulawesi Tengah ( Palu ) sesuai riwayat dan kisahnya dibawah ini sebagai berikut : 

Inilah kisahnya, To wentira menurut orang Kaili (Suku asli di Sulteng) ada di sekitar kebun kopi ( Jl poros Tawaeli – Toboli ) di jalan poros tersebut ada satu jembatan yang masih ada sampai sekarang. Konon katanya, masih buatan Belanda.

Lantas di sampingnya ada satu jembatan jembatan beton yang digunakan konon tahun 1980-an setiap kendaraan yang lewat wajib memberi kode lampu atau setidaknya klakson sebagai tanda permisi mau lewat. Saya sudah beberapa kali melewati kawasan Kebun Kopi yang disebut-sebut dua teman terakhir ini.

Sesuai kawasan ini dikenal cukup berat, menanjak dengan kemiringan tajam. Belum lagi sering terjadi longsor. Jembatan itu masih ada, dan bahkan sekarang ada sebuah tugu berwarna kuning bertuliskan NGAPA UWENTIRA.

Ngapa dalam bahasa Kaili berarti Kampung, Negeri atau Kota. Uwentira berarti tidak kasat mata. Jadi NGAPA UWENTIA berarti Kota UWENTIRA.

Bahkan, ada kisah dari sumber lain (desas-desus dari masyarakat Palu dan sekitar Palu) yang menyebutkan: Bagaimana ciri-ciri fisik warga Uwentira, apakah bedanya dengan manusia seperti kita?Warga Wentira di percaya, tidak punya garis pemisah diatas tengah bibir, seperti layaknya manusia normal.

Serta menurut keyakinan masyarakat setempat, yang disebut kawasan Wentira atau Uwentira adalah wilayah yang sekarang dikenal sebagai kawasan kebun kopi, di jalan Trans Sulawesi poros Sulawesi Selatan – Sulawesi Tengah.

Di sekitar sana tidak ada pemukiman penduduk hanya pohon-pohon yang menjulang tinggi berwarna keputih-putihan ditandai dengan sebuah jembatan yang konon hanya orang yang mampu melihat hal-hal gaib-lah yang bisa melihat kalau ternyata jembatan itu juga merupakan pintu gerbang untuk masuk ke Kerajaan mistis Wentira.

Bisa untuk masuk ke Wentira, tidak boleh sembarangan, hanya yang dikehendaki dan diizinkan oleh penghuni Wentira yang boleh masuk.

Nah, paman teman saya ini termasuk orang yang diizinkan, karena dia melakukan ritual-ritual ditemani oleh orang-orang pintar di sekitar daerah itu.

Sementara kalau orang yang dikehendaki biasanya orang yang katanya kalau lewat tidak permisi (kulo nowon) dulu, lewat dengan sombongnya, dan biasanya yang seperti ini tidak pernah lagi kembali keluar.

Konon katanya, pernah ada kejadian mobil melintas di tengah jembatan tetapi sebelum sampai diujung jembatan sudah keburu menghilang, kata penduduk sekitar masuk kedalam Wentira.

Menurut cerita paman teman saya itu alam di dalam Wentira didominasi warna kuning keemasan dimana penghuninya hidup sangat sejahtera dan tidak ada yang miskin, kehidupan disana laiknya kehidupan normal, semua ada baik gedung, kendaraan dan lain - lainnya tapi semuanya serba mewah.

Juga ada cerita menurut orang-orang di sekitar pegunungan Sulawesi Tengah yang katanya juga masuk kedalam area Wentira, kadang-kadang ada penghuni Wentira yang keluar untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional, ciri-cirinya yang utama adalah tidak ada garis pemisah diatas tengah bibir seperti layaknya manusia normal, kalau mereka muncul tetap dilayani tetapi tidak ada yang berani mengganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAFE4D ADALAH TOGEL ONLINE AMAN TERPERCAYA

Nama Bandar : CAFE4D Untuk Pendaftaran Member Baru Silahkan Klik Gambar Atau Klik -->> DAFTAR CAFE4D Adala Salah Satu Si...